Pages

Saturday, February 18, 2012

Penelan Malam



Apa kau mengenal kekasihku, sang penelan malam?
Tegap bak pohon Oak, namun ringkih seperti rantingnya
Dua-Tiga malam berkelana, rasanya setahun baginya
Tak dapat tertidur, tak akan terlelap

Satu-dua bintang keluar, mimpi hitam mulai menajlar, sayang!
Bak duri mawar yang runcing merangkak di jiwamu
Hidup tentram dalam hati kekasihmu ini
Tak bisa keluar, tak kenal kata fana
Terus menelan jiwa kekasih malangku ini

Dingin, tak lagi kau cicipi, sayang!
Tak dapat tertawa, tak bisa menangis
Tak dapat tersenyum, tak bisa menjerit
AH, lukamu banyak, menganga lebar-lebar
Mengingatkanku akan mulut buaya sehabis santap malam, penuh darah

Anjing melolong sampai Servidia, panjang dan kuat-kuat, sayang!
Menjerit bersama gagak dan kelelawar pukul 1 malam
Kau tak bergabung bersama mereka?
Sampai lukamu berdarah deras dan mengalir lembut di kulitmu

Sajak ini tinggal sepenggal kata, hatimu bagai galah, sayang!
Kupeluk rapat tubuhmu, dalam kolam darahmu
Biar kubuai dirimu dalam bisikanmu, lagumu bersama para gagak
Hingga kau tertidur, hingga kau terlelap
Dalam pelukanku di siang hari terik
Agar kau dapat menelan malam berikutnya (saat malam itu kau terbangun)

Menelan mimpi buruk tajam yang membunuh dirimu

2008

Ini adalah puisi gw jaman SMP... haha freak ya? Emang, gak banget ni sajak.

mwd :)

0 toughts:

Post a Comment